Kebun Rahasia
Masih menyemai benih, kala aku duduk di bangku panjang taman. Memandang anak-anak rindu berlarian di antara rumput dan bunga. Kualihkan tatap mata, kebun rahasia itu masih sama. Memulai hari selalu dengan rindu dan perdebatan.
Terkadang membuat beberapa anak-anak rinduku terkejut dan terdiam.Tak jarang juga beberapa yang teramat cengeng, menangis dan merengek tak kenal kata diam.
Aku selalu berharap kau hadir tanpa mendebat kata sampai pada bulan yang berwarna hujan ini mereda. Berusaha membantuku menenangkan anak-anak rindu yang basah terpercik bulir embun pagi. Aku melihatmu, sembari mengancingkan lengan jasmu yang berwarna biru tua, kau turun dari tangga rumah.
Tersenyum padaku dengan manis tipis yang kau tebar pada anak-anak rindu yang mulai mendekat tersebab lambaian tanganmu membuat nyaman. Kau cium satu-persatu, Ah, kali ini kau mencoba menepati janji. Tak lagi mendebat imaji.
Kebun rahasia ini telah menjadi saksi dengan daun-daun trembesi yang terus tumbuh mendekap musim.
Bunga merah muda melepas kelopak serupa gadis manis menjatuhkan gaun malamnya. Lalu perlahan dengan lembut kau mendaratkan kecupan di keningku, melupa sejenak kau pernah diburu cemburu.
Inilah kisah romantis yang pernah ada, tanpa perlu mengumbar rasa.
Meletakkan album kenangan itu dalam makna yang diam tanpa cela. Di kebun rahasia inilah kita menukar rindu yang kita punya.
ken
Jakarta18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar